lalintas.com

Pahami kesaktian plat nomor yang memiliki prioritas di jalan raya!

Seringkali kita jumpai kendaraan dengan plat nomor prioritas di jalan raya mendapatkan hak istimewa. Contohnya plat nomor yang diakhiri dengan huruf; RFP, RFS, RFD, RFL dan masih banyak lainnya. Memang betul plat nomor dengan akhiran tersebut memiliki prioritas pengguna jalan dan sesuai dengan undang-undang No. 22 Tahun 2009 Pasal 134 dan 135 mengenai lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ) yang menerangkan ada 7 jenis kendaraan yang memiliki prioritas di jalan raya. Berdasarkan Pasal 134 UU LLAJ dijelaskan bahwa kendaraan Ambulans; pemadam kebakaran; kendaraan pimpinan dan lembaga negara Republik Indonesia; kendaraan lembaga internasional; kendaraan pejabat dan pimpinan negara asing; iring-iringan pengantar jenasah, dan konvoi kendaraan penting yang sedang bertugas mendapatkan prioritas di jalan raya.

 

Tentunya untuk Ambulans dan pemadam kebakaran selagi bertugas akan mendapatkan hak atau prioritas di jalan. Namun, selain dua kendaraan tersebut harus mendapatkan pengawalan dari penegak hukum untuk mendapatkan prioritas di jalan raya. Bila kendaraan selain Ambulans dan pemadam kebakaran tidak mendapatkan pengawalan dari penegak hukum maka sudah pasti mereka tidak bisa mendapatkan prioritas dijalan raya walaupun mereka menggunakan sirine atau strobo.

Sayangnya pemahaman masyarakat yang kurang mengenai UU LLAJ tersebut, mengakibatkan tanggapan bahwa kendaraan dengan plat nomor RFP, RFD, RFS, RFL selalu dan setiap saat memiliki hak prioritas di jalan raya. Masyarakat harus paham secara garis besar bahwa kendaraan tersebut tidak memiliki kesaktian apabila berkendara tanpa pengawalan dari penegak hukum.

Dalam kesempatan ini Boy Falatehansyah yang merupakan konsultan keselamatan di jalan raya dari Lalintas.com dan Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menghimbaukan kepada masyarakat bahwa kode RFD, RFL, RFU dan RFP diperuntukan untuk pejabat TNI dan POLRI. Sedangkan RFO, RFH, dan RFQ untuk pejabat dibawah aselon II dan untuk keduataan asing adalah CD dan CC. Warga sipil sudah pasti tidak boleh menggunakan nopol berinisial tersebut. Lalu, plat yang berinisial tersebut tidak akan mendapatkan kesaktian di jalan raya untuk prioritas tanpa pengawalan khusus dari penegak hukum. Memang mereka memiliki keistimewaan namun ada dasar hukumnya yang tertera pada UU LLAJ. Jadi, kalau mereka berkendara tanpa pengawalan dan walaupun menggunakan lampu sirine dan strobo mereka tidak akan mendapatkan hak keistimewaan prioritas di jalan raya. Tapi ingat untuk Ambulans, pemadam kebakaran, dan konvoi mobil jenazah tetap memiliki keistimewaan walaupun tanpa adanya pengawalan dari penegak hukum.

 

Similar News
Hujan biangnya macet?
lalintas.com
0
lalintas.com
05 December 2019
Fokus menyebabkan kecelakaan!
lalintas.com
0
lalintas.com
03 December 2019
Ini Larangan Baru yang Harus Digalakkan Selain Pengendara Merokok
lalintas.com
0
lalintas.com
02 April 2019