lalintas.com

Mengemudilah Dalam Keadaan Sadar

World Health Organizations (WHO) mengatakan bahwa pada negara berkembang 69% kecelakaan dijalan raya diakibatkan oleh pengendara yang sedang mengkonsumsi alkohol atau dalam pengaruh obat-obatan. Pengemudi yang berada dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, sudah pasti kinerja otaknya tidak berjalan dengan maksimal. Meski ada yang menyebutkan tergantung dengan jumlah takaran yang dikonsumsi, namun efek kadar alkohol di dalam darah seseorang bisa mengganggu konsentrasi, waktu reaksi, penglihatan, dan pengambilan keputusan.

Perilaku berkendara dalam keadaan mabuk dan dibawah pengaruh obat-obatan merupakan sebuah tindakan kriminal. Karena selain membahayakan bagi diri sendiri, juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Seruan dan ajakan agar jangan berkendara saat dalam keadaan mabuk ini semakin marak. Tidak hanya di negara-negara yang penjualan minuman alkoholnya ada dimana-mana, tetapi juga di negara yang penjualan alkoholnya ‘malu-malu kucing’, seperti Indonesia.

Kecelakaan maut kerap terjadi diakibatkan oleh sang pengemudi yang sedang mabuk atau dalam kondisi setengah sadar akibat alkohol atau obat-obatan. Ironisnya, kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi yang mabuk ini seringnya juga membunuh pengendara lain, atau pengguna jalan lainnya yang berada di lokasi nahas tersebut.

Menurut penelusuran tim Lalintas dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan mengapa ketika Anda berada dibawah pengaruh minuman alkohol disarankan untuk tidak mengemudi :

  1. Waktu reaksi yang lambat.

Bila kadar alkohol ada didalam tubuh anda, maka akan mempengaruhi seberapa cepat anda berekasi dalam menghadapi aktivitas mengemudi. Waktu reaksi menjadi lambat dan meningkatkan kemungkinan anda terlibat dalam kecelakaan. Contoh; bila ada orang menyebrang di depan kendaraan anda maka otak anda akan membutuhkan waktu lebih untuk merespon dalam mengambil suatu keputusan. Alkohol yang dapat menurunkan fungsi susunan saraf pusat tersebut dapat mempengaruhi kemampuan otak manusia untuk fokus dan membuat keputusan dengan cepat. Saat berkendara, otak manusia harus cepat tanggap terhadap berbagai hal seperti perubahan lampu lalu lintas, bunyi klakson, jalan yang tidak rata, atau pejalan kaki dan kendaraan lain yang melintas secara mendadak. Tentu saja beberapa hal tersebut dapat terabaikan oleh Anda ketika Anda berada dalam kondisi mabuk.

  1. Alkohol dapat mengganggu sistem motorik tubuh.

Dapat mempengaruhi kordinasi tubuh seperti tangan dan kaki. Susah berjalan, dan tidak mampu menentukan garis lurus. Bahkan biasanya pengemudi kesulitan dalam menggunaka kunci kendaraan dan menyalakan mesin kendaraan.

  1. Konsentrasi terganggu.

Tidak peduli seberapa banyak kadar alkohol atau obat-obatan di dalam tubuh anda, pastinya pengendara yang di bawah pengaruhnya pasti akan sulit berkonsentrasi. Dimana mengakibatkan susah nya mempertahankan kendaraan di jalur yang benar, menjaga kecepatan, tentunya kemungkinan kecelakaan pasti lebih tinggi.

  1. Kemampuan melihat menurun.

Setelah mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan, sudah pasti penglihatan pengendara akan terganggu. Penglihatan menjadi blurr atau buram, dan tidak bisa mengarahkan bola mata dengan normal. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi terhadap jarak dan objek yang ada di jalan raya.

  1. Keputusan yang salah.

Otak manusia berfungsi untuk mengontrol sebuah keadaan dan kondisi. Pada saat berkendara, kemampuan anda dalam mengambil keputusan sangat penting. Pengendara harus bisa menilai situasi dengan baik dan tepat. Kemampuan dalam mengambil keputusan mempengaruhi lingkaran aman dalam berkendara. Dalam keadaan mabuk tentunya pengendara tidak dapat menggunakan logika dengan tepat.

Tentu saja selain alasan diatas ada banyak lagi alasan lainnya yang melarang Anda untuk mengemudi saat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Dampak dari mengkonsumsi alkohol juga bisa berbeda-beda, bahkan bisa lebih buruk dari yang kita bayangkan. Semua tergantung pada usia, kondisi tubuh, tingkat stress, berat badan, makanan dan tipe dari alkohol itu sendiri.

Berkendara saat sedang di bawah pengaruh alkohol selain berdampak buruk, juga bisa mengakibatkan kondisi yang fatal. TIdak sedikit kecelakaan yang mengakibatkan kematian akibat memaksakan diri mengemudi setelah mengkonsumsi minuman alkohol. Banyak juga yang berakhir dengan berurusan sama pihak hukum karena membuat orang lain menjadi korban.

Mengurangi jumlah minuman keras yang dikonsumsi juga bukanlah solusi. Jika berniat untuk berkendara, intinya berkendara harus dalam kondisi sadar tidak terpengaruh oleh alkohol dan obat-obatan. Apabila anda dalam keadaan kurang sehat, maka gunakan transportasi umum atau mintalah orang lain yang mengendari kendaraan anda.  

Jika kita mengacu kepada Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi kendaraan bermotor seharusnya mengendarai dengan wajar dan penuh konsentrasi. Akan tetapi praktiknya perbuatan tersebut dapat juga di jerat dengan Pasal 311 UU 22/2009 ayat 5, Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Jika pengemudi melakukan hal yang dapat mengganggu konsentrasi, dapat dikenai hukuman pidana atau denda. Hukuman akan lebih berat lagi, jika kemudian pengemudi menyebabkan kecelakaan sehingga timbul kerusakan, korban luka ringan atau luka berat, bahkan kematian.

Oleh karena itu, jika Anda barus aja mengkonsumsi minuman alkohol, kami sarankan untuk  menghindari berkendara. Gunakan transportasi umum atau diantar oleh orang lain yang tidak mengonsumsi alkohol, tentunya akan membuat perjalanan Anda lebih aman dan nyaman, serta selamat sampai ke tujuan.

Selamat berakhir pekan...

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Hujan biangnya macet?
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    05 December 2019
    Fokus menyebabkan kecelakaan!
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    03 December 2019
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019