lalintas.com

Kecelakaan Sepeda Motor Menempati Angka Kematian Tertinggi

Siapa yang tak kenal dengan jenis kendaraan roda dua yang satu ini. Sepeda motor. Belakangan kendaraan jenis ini menjadi alternatif pilihan kendaraan bagi masyarakat Indonesia. Selain karena alasan lebih hemat waktu, praktis, serta konsumsi bahan bakarnya yang cukup ekonomis, menjadikannya salah satu primadona transportasi masyarakat Indonesia hari ini. Tidak hanya itu, sepeda motor juga akhir-akhir ini mengalami pergeseran fungsi. Selain marak digunakan sebagai jasa ojek online, tidak sedikit masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai jasa angkut barang barang. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang dengan sengaja mendesain ulang sepeda motornya agar bisa digunakan untuk mengangkut barang.

Suburnya pertumbuhan produsen-produsen sepeda motor di tanah air juga menjadi alasan kendaraan ini semakin menjamur. Pertumbuhannya di jalanan terus meningkat dalam setiap tahunnya. Menurut data Korlantas POLRI, tercatat sekitar 98.880.000 sepeda motor yang beredar di Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut meningkat menjadi 104.610.000 pada tahun 2016. Kemudian terus meningkat menjadi 111.571.239 di tahun 2017. Dan dapat dipastikan angka tersebut terus meningkat hingga di tahun 2018 ini.

Tapi, tahukah Kamu, selain data di atas, Korlantas POLRI juga mencatat sedikitnya 70 persen kecelakaan di jalan raya yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Berkendara sepeda motor itu lebih beresiko dibanding kendaraan lainnya. Pada sepeda motor itu tidak mengenal kata stabil. Ketika motor mulai bergerak atau berjalan, tidak ada stabilitas, yang ada hanya keseimbangan. Dan keseimbangan itu di dapat olah para pengendara motor karena lintasan yang landai, serta seating postur yang stabil.

Keseimbangan yang dimiliki oleh para pengendara motor sebagai besar di dapat dari pengalaman yang merupakan faktor kebiasaan. Nilai keseimbangan tersebut tentu saja akan menjadi terganggu ketika pengendara motor over capacity. Bidang pandang menjadi semakin terbatas, Blind Spot pun akan menjadi semakin besar. Maka resiko kecelakaan yang ditimbulkan juga akan semakin besar.

Oleh karena itu, hati-hati bagi kamu yang kerap kali membawa barang bawaan di motor, apalagi yang sudah menggantikan peran mobil barang kepada sepeda motor Anda. Ingat, sepeda motor itu tidak didesain untuk membawa barang. Jadi dengan kamu memaksakan diri membawa barang pada sepeda motor, kamu tidak hanya membahayakan diri kamu saja, tetapi juga dapat membahayakan orang lain yang ada di sekitar kamu.

Pada dasarnya, menurut peraturan yang berlaku, penggunaan sepeda motor hanya ditujukan kepada seseorang yang telah memiliki Surat Izan Mengemudi (SIM) C. Hal tersebut tertuang pada pasal 81 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan raya. Seseorang berhak memiliki SIM C saat itu berusia 17 tahun. Selain itu, surat-surat kepemilikan sepeda motor juga harus lengkap, taat dan patuhi tata tertib lalu lintas serta norma berkendara di jalan raya.

Belakangan daya pikat sepeda motor ini semakin menggila. Virusnya tidak hanya menyasar kepada kaum dewasa, namun juga kepada kaum anak-anak di bawah usia 17 tahun, yang belum memiliki SIM. Ironisnya lagi, kecelakaan yang menimpa mereka, para anak-anak di bawah usia 17 tahun ini menempati angkat sebesar 57 persen dari total kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Angka yang cukup besar bukan?

Oleh karena itu, bagi para orang tua diharapkan dapat mengontrol anaknya yang berusia di bawah 17 tahun. Sayangi anak Anda dengan tidak membiarkan mereka berkendara sepeda motor sebelum berusia 17 tahun, atau minimal sebelum memiliki SIM C.

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Hujan biangnya macet?
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    05 December 2019
    Fokus menyebabkan kecelakaan!
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    03 December 2019
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019