lalintas.com

Drive Now Stop Texting

Source : Pixabay.com

Berkendara sambil menggunakan ponsel menjadi pemandangan yang sudah biasa. Sebagian orang mungkin menganggap sepele hal tersebut. Ketergantungan seseorang terhadap handphone saat berkendara memang sangat berbahaya. Pekerjaan akan terasa lebih mudah saat menggunakan handphone. Kecanggihan teknologi handphone tak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga bisa menjadi penyebab kecelakaan jika digunakan saat berkendara.

Menurut Jusri Pulubuhu, Advisor Lalintas, 400 persen peluang kecelakaan karena distraksi saat mengemudi. Seorang pengemudi harus antisipasi segala kemungkinan kecelakaan. Kecelakaan terjadi bukan hanya karena pengemudi tidak tertib, tetapi karena ada 1001 macam objek yang ada di sekeliling pengemudi yang dapat mengancam bahaya. Bahaya tersebut dapat berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal pengemudi. Dari faktor eksternal misalnya, bagaimana kondisi pejalan kaki di sebelah kiri jalan, pengendara motor yang akan menyeberang hingga antisipasi terhadap 6 sisi kendaraan Anda, yakni sisi depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah. Jadi Anda harus konsentrasi penuh saat berkendara.

Di dunia, perilaku menelpon atau menggunakan gadget ini sudah diatur sedemikian rupa. Misalnya, engine on, mobile off. No text while driving. Bahkan salah satu standar di dalam Driving safely, tidak boleh nelpon saat mengemudi.

Berikut ini adalah fakta-fakta kecelakaan pengemudi saat menggunakan hanphone :

#Meningkatkan risiko kecelakaan hingga 23,2 kali

Source : Pixabay.com

Sebuah penelitian terbaru disampaikan Virginia Tech Transportation Institute bersama Liberty Mutual Insurance mengungkapkan statistik mengenai dampak mengetik sambil mengemudi. Mengetik sambil mengemudi meningkatkan risiko kecelakaan hingga 23,2 kali dibandingkan pengemudi yang menderita cacat fisik.

 

# Pengemudi Paling Banyak berusia 18-27 tahun

Source : Imdb.com

Hasil survei Virginia Tech Transportation Institute bersama Liberty Mutual Insurance menyatakan bahwa mengemudi sambil membaca atau mengetik pesan dilakukan oleh 37 persen pengemudi berusia 18-27 tahun, 14 persen pengemudi berusia 28-44 tahun dan 2 persen pengemudi berusia 45-60 tahun.

 

# Pengemudi tidak bisa multitasking

Source : Pixabay.com

Kenyataannya otak manusia tidak bisa multitasking, termasuk saat mengemudi. Multitasker sulit dilakukan, jadi seharusnya 100 persen konsentrasi untuk mengemudi. Kaki tangan dan otak bekerja. Mengemudi sambil menerima/melakukan panggilan merupakan dua aktivitas berpikir yang memengaruhi kinerja otak. Sayangnya, masih banyak orang yang berpendapat bahwa mereka dapat melakukan keduanya secara bersamaan.

 

# Mengemudikan Kendaraan Sambil Menggunakan Handphone Bisa Dipenjara

Source : blogspot.com

Undang-Undang No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 283 menyebutkan:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).”

Sementara pada Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No.22 Tahun 2009 sendiri berisi:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

Yuk tahan diri kamu untuk tidak sibuk dengan handphone saat Anda berkendara. Saat berada di jalan raya, tetaplah berkonsentrasi dan fokus terhadap kondisi di sekitarmu.

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Hujan biangnya macet?
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    05 December 2019
    Fokus menyebabkan kecelakaan!
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    03 December 2019
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019