lalintas.com

5 Kebiasaan Buruk Yang Kerap Kali Dilakukan Pengendara Mobil

Berkendara bukanlah merupakan hal yang mudah. Selain membahayakan bagi si pengendara, juga dapat membahayakan orang lain yang berada di sekitar kita. Tidak jarang kecelakaan itu disebabkan oleh karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukan oleh si pengendara saat berkendara.

Menurut Boy Falatehansyah, Head of Trainer Lalintas, berikut ini 5 kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukan oleh pengendara mobil, yang cukup beresiko dan mengundang bahaya.

 

1. Memutar roda kemudi sampai titik maksimal/stoping point

Jangan memutar roda kemudi "Steer" sampai pada stoping point. Aksi ini akan memperpendek umur kerja pompa oli power steering. Dikarenakan oli akan akan terhenti pada titik itu dan akan membuat pompa oli berhenti, berikut juga akan membuat kehausan pada belt yang ada pada sistem “Power Steering”.

 

2. Menyalakan lampu hazard disaat persimpangan dan hujan

Lampu hazard di ciptakan sebagai sebuah sinyal dalam keadaan darurat. Apabila dalam kondisi hujan menyalakan hazard, maka pengguna jalan lainnya akan berfikir bahwa ada kecelakaan atau situasi darurat sehingga membuat pengguna jalan lainnya mengambil aksi darurat atau bagi pengendara baru akan mengambil aksi spontan tanpa analisa. Begitu juga apabila kendaraan yang menyalakan hazard ingin berpindah jalur secara tiba-tiba, akan membuat pengendara lainnya bingung.

Kalau di perempatan sudah jelas, sein kanan berarti kendaraan hendak kekanan, sein kiri untuk kekiri, namun kalo mau lurus maka tidak perlu menyalakan hazard. Prinsip penggunaan hazard harus dimengerti dengan logika dan prinsip dasar penggunaannya.

 

3. Menekan pedal gas sebelum mematikan mesin.

Pada umumnya hal ini dilakukan oleh pengendara kendaraan dengan sistem karburator atau memiliki turbo. Dengan demikian kendaraan mendapatkan proses cooling down sebelum mesin mati. Namun, proses pendinginan yang baik dan dianjurkan setelah berkendara jauh adalah dengan membiarkan mesin pada posisi idle sesaat baru dimatikan. Kebiasaan menginjak gas sebelum mematikan mesin adalah teknik lama dimana teknologi injeksi belum populer.

Patut dipahami, membiarkan kendaraan pada posisi idle juga kurang baik, karena kendaraan memproduksi lebih banyak emisi beracun dari pada kendaraan sedang bergerak. Intinya, para pengendara tidak perlu mengkhawatirkan proses pendinginan, karena kendaraan sekarang pada umumnya sudah memiliki teknologi untuk mencegah overheating. Jadi tinggalkan kebiasaan yang kurang tepat, apalagi pabrikan tidak pernah merekomendasikan perlakuan khusus tersebut.

4. Mengendarai mobil matic dengan kedua kaki.

Dalam berkendara biasanya kaki kiri diperuntukan untuk pedal kopling, kanan untuk pedal gas dan rem. Apabila pengendara tersebut menggunakan kaki kiri untuk kendaraan matic untuk menginjak pedal rem, maka kemungkinan besar pengendara tersebut akan menginjak pedal rem secara kasar dan spontan. Dalam keadaan darurat hal ini berbahaya, karena pasti pengendara tersebut akan menginjak rem sedalam mungkin berikut juga kaki kanan akan reflek menginjak pedal gas. Dalam keadaan darurat apabila pengendara tidak memiliki waktu untuk menganalisa bahaya terlebih dahulu, maka segala aksi akan diambil secara spontan berdasarkan kebiasaan. Dimana kebiasaan pengendara pada umumnya adalah kaki kiri untuk pedal kopling. Jadi hilangkan kebiasaan buruk dalam berkendara dan berkendaralah dengan cara yang benar agar tidak mengalami kebingungan disaat darurat.

5. Tancap gas disaat lampu lalu lintas berwarna kuning.

Aksi ini menunjukan rendahnya pemahaman pengemudi terhadap bahaya dan resiko dalam berkendara. Disaat anda memacu kendaraan, secara bersemaan kemungkinan kecelakaan akan meningkat. Menancap gas pada saat lampu berwarna kuning akan meningkatkan resiko kecelakaan, memperkecil waktu reaksi, dan memperbesar jarak berhenti.

Benturan kendaraan terhadap objek statis memiliki perbandingan yang dahsyat:

-Pada kecepatan 28km/j = jatuh dari ketinggian 3.7 meter.

-Pada kecepatan 60km/j = jatuh dari ketinggian 12.2 meter.

Coba di bayangkan seberapa dahsyat daya benturan akibat kecelakaan dan apakah kita perlu meningkatkan resiko kecelakaan dijalan raya hanya demi mempercepat waktu sesaat?

Tulis Tanggapan
    Similar News
    Hujan biangnya macet?
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    05 December 2019
    Fokus menyebabkan kecelakaan!
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    03 December 2019
    Tips mengemudi yang aman dan benar disaat mudik.
    lalintas.com
    0
    lalintas.com
    29 May 2019